Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Naniura, Sashimi dari 'Negeri' Batak

Makanan ini konon kabarnya merupakan makanan pembesar Negeri Batak , di beberapa daerah khususnya seperti di Toba, Humbang hasundutan dan Silindung yang tak jauh dari Danau Toba nama makanan ini cukup dikenal.

Yang membuat unik, makanan yang didalamnya merupakan Ikan Mas atau sejenisnya tidak dimasak layaknya proses memasak makanan lain. Masaknya makanan tersebut disebabkan oleh rempah rempah dan bumbu-bumbu yang meresap kedalam daging ikan.

Tak heran bagi kalangan yang suka memakan makanan luar negeri, kita akan sedikit mengira makanan ini proses penghidangannya semacam Sashimi.

Yang jelas Naniura, salah satu makanan paling di incar banyak pelancong yang singgah ke Danau Toba.

Masakan Khas Batak (Naniura)

Hidangan ini merupakan makanan khas suku Batak yang sudah sulit ditemukan di warung makan khas batak. Berbeda dengan Arsikmakanan khas Batak lainnya yang direbus atau dikukus, menu yang juga mengunakan ikan mas sebagai menu utama, tetapi sebelum diputuskan oleh tetua adat menggunakan ikan mas dahulu naniura ini menggunakan ikan khas batak yaitu IKAN BATAK yang sekarang sudah jarang di temukan di danau toba.

Arti dalam bahasa batak, naniura adalah ikan yang tidak di masak. Namun rendaman asam jungga(asam khas pulau batak) yang secara kimiawi kemudian mengubah ikan mentah menjadi tidak terasa amis dan siap disajikan. Ingin mencoba?

Bahan-Bahan :

0,5 kilogram ikan mas yang sudah dibelah menjadi dua bagian dan bagian dalam sudah dibersikan
3 biji asam jungga

seperempat ons andaliman (sejenis rempah rempah khas batak atau orang lebih kenal dengan nama merica batak untuk info lebih detail lihat dibawah artikel)
1 ons kemiri

5 cm lengkuas

5 cm kunyit

2 ikat rias

5 siung bawang merah

3 siung bawang putih

setengah ons cabe merah

Cara memasak :

1. Ikan mas dibersihkan dari sisik, kemudian ikan dibelah dua dari punggung ikan. Duri ikan dikeluarkan semuanya. Sesudah bersih, ikan digarami dan diasami. Dibiarkan selama 5 jam.

2. Kemiri di gongseng, dibiarkan dulu. Jahe, kunyit, bawang merah dan putih di goreng. Kemudian rias dikukus, sedangkan cabe digiling. Seluruh bumbu kemudian diulek (tumbuk).

3. Bumbu dimasukkan atau diolesi ke permukaan ikan. Biarkan satu jam lagi.

4. Siap dihidangkan

catatan : untuk mendapatkan hasil yang baik, memasak dimulai pagi hari, dan sore dihidangkan.

Berikut saya tambahkan beberapa perincian tentang buah andaliman cekidot......:
Andaliman adalah bumbu masak khas Asia yang berasal dari kulit luar buah beberapa jenis tumbuhan anggota marga Zanthoxylum (suku jeruk-jerukan, Rutaceae). Bumbu ini di Indonesia hanya dikenal untuk masakan Batak, sehingga dikenal orang luar daerah ini sebagai "merica batak". Masakan arsik dan saksang memerlukan andaliman sebagai bumbu yang tak tergantikan. Andaliman memiliki aroma jeruk yang lembut namun "menggigit" sehingga menimbulkan sensasi kelu atau mati rasa (baal) di lidah, meskipun tidak sepedas cabai atau lada.
Dalam masakan Asia Timur dan Asia Selatan penggunaan andaliman cukup meluas. Dalam bahasa Mandarin ia dikenal sebagai huājiāo(harafiah: "lada bunga"). Orang Jepang mengenalnya sebagai sanshō sedangkan di Korea ia dikenal sebagai sanchonamu. Orang Tibet, Nepal, Bhutan, dan India juga mengenal bumbu ini. Dalam bahasa Inggris nama yang paling populer adalah Sichuan pepper, dengan variasi lain adalah fagara, flower pepper, atau prickly ash. PENGGUNAAN buah andaliman Dalam masakan Batak, andaliman dihaluskan dan menjadi bagian dari sambal tinombur atau saus untuk menyedapkan arsik (ikan mas bumbu kuning) atau saksang (gulai babi).

DANAU TOBA


Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.

Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.



Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.

Selama tujuh tahun, para ahli dari oxford University tersebut meneliti projek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.

Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erruption supervolcano purba, yaitu Gunung Toba.Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu. Bukti-bukti yang ditemukan, memperkuat dugaan, bahwa kekuatan letusan dan gelombang lautnya sempat memusnahkan kehidupan di Atlantis.
TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG KE BLOG SAYA